Icon Cursor

Toad Jumping Up and Down

Minggu, 05 Juni 2016

Meraih Kemenangan atas Kelemahan Daging


”Memusatkan pikiran pada daging berarti kematian.”—ROMA 8:6.
1. Bagaimana beberapa orang memandang tubuh manusia, dan pertanyaan apa yang patut kita pikirkan?
”AKU akan menyanjungmu karena dengan cara yang membangkitkan rasa takut, aku dibuat secara menakjubkan.” (Mazmur 139:14) Demikianlah nyanyian pemazmur Daud sewaktu merenungkan salah satu ciptaan Yehuwa—tubuh manusia. Bertentangan dengan pujian yang sangat beralasan itu, ada guru-guru agama yang menganggap tubuh sebagai sarana dan tempat bersemayamnya dosa. Mereka menyebut tubuh sebagai ”jubah kebodohan, fondasi kejahatan, belenggu kebejatan, gua kenistaan, kehampaan hidup, mayat hidup, kuburan berjalan”. Memang, rasul Paulus berkata, ”Dalam tubuhku, tidak ada sesuatu pun yang baik yang tinggal di sana.” (Roma 7:18) Namun, apakah ini berarti kita terjebak dalam tubuh yang berdosa tanpa harapan?
2. (a) Apa artinya ”memusatkan pikiran pada daging”? (b) Konflik apa antara ”daging” dan ”roh” yang terjadi dalam diri manusia yang ingin menyenangkan Allah?
2 Alkitab kadang-kadang mengistilahkan tubuh manusia sebagai ”daging”. (1 Raja 21:27) Alkitab juga menggunakan kata ”daging” untuk melukiskan manusia dalam keadaannya yang tidak sempurna sebagai keturunan yang berdosa dari Adam si pemberontak. (Efesus 2:3; Mazmur 51:5;Roma 5:12) Warisan yang kita terima dari dia telah menghasilkan ’kelemahan daging’. (Roma 6:19) Dan, Paulus memperingatkan, ”Memusatkan pikiran pada daging berarti kematian.” (Roma 8:6) ”Memusatkan pikiran pada daging” berarti dikendalikan dan dimotivasi oleh hasrat-hasrat daging yang berdosa. (1 Yohanes 2:16) Jadi, jika kita berupaya menyenangkan Allah, selalu ada konflik antara kerohanian kita dan keadaan berdosa kita yang terus-menerus menekan kita untuk melakukan ”perbuatan daging”. (Galatia 5:17-23; 1 Petrus 2:11) Setelah menjabarkan konflik yang menyakitkan ini dalam dirinya, Paulus berseru, ”Aku ini manusia sengsara! Siapakah yang akan menyelamatkan aku dari tubuh yang pasti akan mati ini?” (Roma 7:24) Apakah Paulus menjadi korban godaan yang tak berdaya? Alkitab dengan tegas menjawab tidak!
Realita Godaan dan Dosa
3. Bagaimana banyak orang memandang dosa dan godaan, namun bagaimana Alkitab memperingatkan kita terhadap sikap demikian?
3 Bagi banyak orang dewasa ini, dosa adalah konsep yang tidak berterima. Ada yang menyepelekan kata ”dosa” sebagai istilah kuno untuk melukiskan kelemahan manusia. Mereka tidak sadar bahwa kita ”semua akan menjadi nyata di hadapan kursi penghakiman Kristus, supaya masing-masing memperoleh ganjarannya untuk perkara-perkara yang dilakukan melalui tubuhnya, sesuai dengan perkara-perkara yang telah ia praktekkan, apakah itu baik atau keji”. (2 Korintus 5:10) Yang lain mungkin dengan enteng berkomentar, ”Apa pun dapat kulawan kecuali godaan!” Beberapa orang hidup dalam suatu budaya yang berpusat pada pemuasan diri dalam sekejap, entah itu menyangkut makanan, seks, hiburan, atau prestasi. Mereka bukan hanya menginginkan segalanya, melainkan menginginkannya sekarang juga! (Lukas 15:12) Karena ingin menikmati kesenangan sekejap, mereka tidak melihat sukacita ”kehidupan yang sebenarnya” di masa depan. (1 Timotius 6:19) Akan tetapi, Alkitab mengajar kita untuk bertindak dengan pemikiran yang cermat, memiliki pandangan jauh ke depan, menghindari apa pun yang dapat membahayakan kita secara rohani maupun dalam hal lainnya. Sebuah amsal terilham mengatakan, ”Orang cerdik yang melihat malapetaka menyembunyikan diri; orang kurang berpengalaman yang berjalan terus, menderita hukuman.”—Amsal 27:12.
4. Peringatan apa yang Paulus berikan di 1 Korintus 10:12, 13?
4 Sewaktu Paulus menulis kepada orang Kristen yang tinggal di Korintus—kota yang terkenal akan kebobrokan moralnya—ia memberikan peringatan yang realistis terhadap godaan dan kuasa dosa. Ia berkata, ”Biarlah ia yang berpikir bahwa ia sedang berdiri, berhati-hati agar ia tidak jatuh. Godaan yang menimpa kamu hanyalah apa yang umum bagi manusia. Tetapi Allah itu setia, dan ia tidak akan membiarkan kamu digoda melampaui apa yang dapat kamu tanggung, tetapi sewaktu ada godaan itu ia akan memberikan jalan keluar agar kamu sanggup menahannya.” (1 Korintus 10:12, 13) Kita semua—tua dan muda, pria dan wanita—menjumpai banyak godaan di sekolah, di tempat kerja, atau di tempat-tempat lain. Oleh karena itu, marilah kita mencermati kata-kata Paulus dan melihat maknanya bagi kita.
Jangan Terlalu Percaya Diri
5. Mengapa riskan untuk bersikap terlalu percaya diri?
5 Paulus berkata, ”Biarlah ia yang berpikir bahwa ia sedang berdiri, berhati-hati agar ia tidak jatuh.” Sikap terlalu yakin akan kekuatan moral kita sungguh riskan. Ini memperlihatkan kurangnya pemahaman akan sifat dan kuasa dosa. Mengingat orang-orang seperti Musa, Daud, Salomo, dan rasul Petrus jatuh ke dalam dosa, patutkah kita merasa bahwa kita tidak mungkin jatuh? (Bilangan 20:2-13; 2 Samuel 11:1-27; 1 Raja 11:1-6; Matius 26:69-75) ”Orang berhikmat takut dan menjauhi kejahatan, tetapi orang bebal menjadi murka dan yakin kepada diri sendiri,” kata Amsal 14:16. Selain itu, Yesus berkata, ”Roh memang bergairah, tetapi daging lemah.” (Matius 26:41) Mengingat tidak ada manusia tak sempurna yang kebal terhadap hasrat yang bejat, kita perlu mencamkan dengan serius peringatan Paulus dan melawan godaan, karena jika tidak, kita akan berisiko jatuh.—Yeremia 17:9.
6. Kapan dan bagaimana hendaknya kita mempersiapkan diri untuk menghadapi godaan?
6 Adalah bijaksana untuk mempersiapkan diri guna menghadapi masalah yang mungkin muncul tanpa diduga-duga. Raja Asa menyadari bahwa masa-masa perdamaian adalah waktu yang tepat baginya untuk membangun pertahanan. (2 Tawarikh 14:2, 6, 7) Dia tahu bahwa jika ia baru mempersiapkan diri sewaktu diserang, itu sudah terlambat. Demikian pula, keputusan tentang apa yang hendaknya dilakukan saat timbul godaan sebaiknya dibuat dengan kepala dingin, sewaktu situasinya masih tenang. (Mazmur 63:6) Daniel dan teman-temannya yang takut akan Allah mengambil keputusan untuk setia pada hukum Yehuwa sebelum mereka ditekan untuk menyantap hidangan raja. Oleh karena itu, mereka tidak ragu-ragu untuk berpaut pada keyakinan mereka dan tidak turut menyantap makanan yang najis. (Daniel 1:8) Sebelum situasi yang menggoda muncul, marilah kita memperkuat tekad kita untuk tetap bersih secara moral. Dengan demikian, kita akan memiliki kekuatan untuk melawan dosa.
7. Mengapa terhibur dengan mengetahui bahwa orang lain telah berhasil melawan godaan?
7 Betapa menghiburnya kata-kata Paulus, ”Godaan yang menimpa kamu hanyalah apa yang umum bagi manusia”! (1 Korintus 10:13) Rasul Petrus menulis, ”Hendaklah kamu menentang [si Iblis], kokoh dalam iman, karena mengetahui bahwa berkenaan dengan penderitaan, hal yang sama ditimpakan ke atas seluruh persekutuan saudara-saudaramu di dunia ini.” (1 Petrus 5:9) Ya, orang-orang lain pernah menghadapi godaan serupa dan telah berhasil melawannya dengan bantuan Allah, maka kita pun dapat berbuat demikian. Akan tetapi, sebagai orang Kristen sejati yang hidup dalam suatu dunia yang bejat, bukan tidak mungkin kita semua menghadapi godaan, cepat atau lambat. Jadi, bagaimana kita dapat yakin bahwa kita akan berkemenangan atas kelemahan daging dan godaan dosa?
Kita Dapat Melawan Godaan!
8. Apa satu cara mendasar untuk menghindari godaan?
8 Satu cara mendasar untuk berhenti ”menjadi budak dosa” adalah sebisa mungkin menghindari godaan. (Roma 6:6)Amsal 4:14, 15 mendesak kita, ”Jangan masuk ke jalan orang-orang fasik, dan jangan berjalan lurus ke jalan orang-orang jahat. Menjauhlah darinya, jangan berjalan melewatinya; menyimpanglah darinya, dan berjalanlah terus.” Sering kali kita sudah dapat menduga sebelumnya apakah keadaan tertentu kemungkinan akan mengarah kepada dosa. Oleh karena itu, hal pasti yang hendaknya kita lakukan sebagai orang Kristen adalah ’berjalan terus’, menghindar dari siapa pun dan apa pun serta tempat mana pun yang dapat merangsang hasrat yang salah dan mengobarkan nafsu yang najis dalam diri kita.
9. Bagaimana Alkitab menandaskan pentingnya lari dari situasi yang menggoda?
9 Lari dari situasi yang menggoda adalah langkah mendasar lainnya agar dapat menang atas godaan. Paulus menasihatkan, ”Larilah dari percabulan.” (1 Korintus 6:18) Ia menulis, ”Larilah dari penyembahan berhala.” (1 Korintus 10:14) Sang rasul juga memperingatkan Timotius untuk lari dari keinginan yang berlebihan akan kekayaan materi, serta ”dari berbagai keinginan yang berkaitan dengan masa muda”.—2 Timotius 2:22; 1 Timotius 6:9-11.
10. Dua contoh kontras apa yang memperlihatkan pentingnya lari dari godaan?
10 Pertimbangkan kasus Raja Daud dari Israel. Sewaktu ia melayangkan pandang dari atap istananya, ia melihat seorang wanita cantik yang sedang mandi, dan keinginan yang salah bergelora di hatinya. Seharusnya ia meninggalkan atap dan lari dari godaan. Namun sebaliknya, ia mencari informasi mengenai wanita ini—Bat-syeba—dan akibatnya bencana. (2 Samuel 11:1–12:23) Di pihak lain, bagaimana tindakan Yusuf sewaktu istri majikannya yang amoral mendesaknya untuk tidur bersama? Catatan itu memberi tahu kita, ”Walaupun wanita itu berbicara kepada Yusuf dari hari ke hari, dia tidak pernah mau mendengarkannya untuk tidur di sisinya, untuk berada bersamanya.” Sekalipun tanpa perintah dari Hukum Musa, yang waktu itu belum diberikan, Yusuf menjawab wanita itu dengan berkata, ”Bagaimana mungkin aku dapat melakukan kejahatan yang besar ini dan berdosa terhadap Allah?” Suatu hari wanita itu mencengkeram dia dan mengatakan, ”Tidurlah dengan aku!” Apakah Yusuf tetap di situ dan mencoba bertukar pikiran dengan wanita itu? Tidak. Ia ”lari dan pergi ke keluar”. Yusuf tidak membiarkan dirinya digoda untuk melakukan hubungan seks. Ia lari!—Kejadian 39:7-16.
11. Apa yang dapat dilakukan jika kita mengalami godaan yang muncul lagi?
11 Lari kadang-kadang dianggap sebagai sikap pengecut, namun menyingkir dari suatu situasi sering kali merupakan haluan yang bijaksana. Barangkali, kita sering menghadapi godaan di tempat kerja. Meskipun kita mungkin tidak dapat berganti pekerjaan, ada cara-cara lain untuk menyingkir dari situasi yang menggoda. Kita perlu lari dari apa pun yang kita tahu salah, dan kita hendaknya bertekad untuk hanya melakukan apa yang benar. (Amos 5:15) Di samping itu, lari dari godaan menuntut kita menghindari situs-situs porno di Internet serta tempat-tempat hiburan yang meragukan. Hal ini mungkin juga berarti membuang majalah atau mencari kelompok teman yang baru—orang-orang yang mengasihi Allah dan yang mungkin dapat membantu kita. (Amsal 13:20) Sungguh bijaksana jika kita dengan tegas menolak apa pun yang menggoda kita untuk berbuat dosa.—Roma 12:9.
Caranya Doa Dapat Membantu
12. Apa yang kita minta dari Allah sewaktu kita berdoa, ”Janganlah membawa kami ke dalam godaan”?
12 Paulus memberikan jaminan yang menenteramkan hati, ”Allah itu setia, dan ia tidak akan membiarkan kamu digoda melampaui apa yang dapat kamu tanggung, tetapi sewaktu ada godaan itu ia akan memberikan jalan keluar agar kamu sanggup menahannya.” (1 Korintus 10:13) Satu cara Yehuwa membantu kita adalah dengan menjawab doa-doa kita yang memohonkan bantuan-Nya untuk menghadapi godaan. Yesus Kristus mengajar kita untuk berdoa, ”Janganlah membawa kami ke dalam godaan, tetapi lepaskanlah kami dari si fasik.” (Matius 6:13) Dalam menanggapi doa yang sepenuh hati demikian, Yehuwa tidak akan meninggalkan kita sewaktu digoda; Ia akan melepaskan kita dari Setan dan aksinya yang licik. (Efesus 6:11, catatan kaki NW Ref.) Kita hendaknya memohon agar Allah membantu kita mengenali godaan dan memiliki kekuatan untuk melawannya. Jika kita memohon dengan sangat kepada-Nya untuk tidak membiarkan kita gagal sewaktu digoda, Ia akan membantu kita sehingga kita tidak dikalahkan oleh Setan, ”si fasik”.
13. Apa yang hendaknya kita lakukan sewaktu menghadapi godaan yang terus-menerus?
13 Kita perlu berdoa dengan sungguh-sungguh, khususnya sewaktu menghadapi godaan yang terus-menerus. Beberapa jenis godaan dapat menyebabkan pergumulan hebat dalam diri kita, melawan pikiran dan sikap, yang sebenarnya mengingatkan kita akan betapa lemahnya kita. (Mazmur 51:5) Misalnya, apa yang dapat kita lakukan jika kita terus-menerus teringat akan praktek-praktek bejat yang pernah kita lakukan? Bagaimana jika kita tergoda untuk melakukannya kembali? Jangan sekadar berupaya menekan perasaan ini, sebaiknya bawalah hal ini dalam doa kepada Yehuwa—berulang-kali jika perlu. (Mazmur 55:22) Dengan kuasa Firman dan roh kudus-Nya, Ia dapat membantu kita membersihkan pikiran kita dari kecenderungan yang najis.—Mazmur 19:8, 9.
14. Mengapa doa penting untuk menghadapi godaan?
14 Melihat bahwa para rasulnya mengantuk di Taman Getsemani, Yesus mendesak, ”Tetaplah berjaga-jaga dan berdoalah senantiasa, agar kamu tidak masuk ke dalam godaan. Roh memang bergairah, tetapi daging lemah.” (Matius 26:41) Satu cara untuk mengatasi godaan adalah dengan tetap siaga terhadap berbagai bentuk godaan dan peka terhadap sifatnya yang samar-samar. Sangat penting juga untuk segera berdoa perihal godaan itu sehingga kita dapat diperlengkapi secara rohani untuk melawannya. Karena godaan menyerang bidang-bidang yang paling lemah pertahanannya, kita tidak dapat melawannya sendirian. Doa penting sekali karena kekuatan Allah dapat memperkokoh pertahanan kita melawan Setan. (Filipi 4:6, 7) Kita mungkin memerlukan juga bantuan rohani serta doa dari ”tua-tua di sidang jemaat”.—Yakobus 5:13-18.
Dengan Aktif Melawan Godaan
15. Apa yang tercakup dalam melawan godaan?
15 Selain menghindari godaan sebisa mungkin, kita harus dengan aktif melawannya sampai itu berlalu atau situasinya berubah. Sewaktu Yesus digoda oleh Setan, ia melawannya sampai si Iblis pergi. (Matius 4:1-11) Sang murid Yakobus menulis, ”Lawanlah Iblis, dan ia akan lari darimu.” (Yakobus 4:7) Perlawanan dimulai dengan membentengi pikiran kita dengan Firman Allah dan memutuskan dengan tegas bahwa kita akan berpaut pada standar-standar-Nya. Kita sebaiknya mengingat dan merenungkan ayat-ayat kunci yang berhubungan dengan kelemahan kita secara spesifik. Adalah bijaksana untuk mendekati seorang Kristen yang matang—mungkin seorang penatua—yang kepadanya kita dapat mengutarakan perasaan dan dapat kita mintai bantuan bila tiba-tiba muncul godaan.—Amsal 22:17.
16. Bagaimana kita dapat tetap bersih secara moral?
16 Alkitab mendesak kita untuk mengenakan kepribadian baru. (Efesus 4:24) Ini berarti membiarkan Yehuwa membentuk dan mengubah kita. Dalam surat kepada rekan sekerjanya Timotius, Paulus berkata, ”Kejarlah keadilbenaran, pengabdian yang saleh, iman, kasih, ketekunan, watak yang lembut. Berjuanglah dalam perjuangan yang baik dari iman, genggamlah dengan teguh kehidupan abadi yang untuknya engkau dipanggil.” (1 Timotius 6:11, 12) Kita dapat ’mengejar keadilbenaran’ dengan rajin mempelajari Firman Allah guna memperoleh pengetahuan yang dalam tentang kepribadian Allah dan kemudian membawakan diri selaras dengan tuntutan-tuntutan-Nya. Jadwal kegiatan Kristen yang padat, seperti memberitakan kabar baik dan menghadiri perhimpunan, juga amat penting. Dengan mendekat kepada Allah dan memanfaatkan sebaik-baiknya persediaan rohani dari-Nya, kita akan dibantu untuk bertumbuh secara rohani dan tetap bersih secara moral.—Yakobus 4:8.
17. Bagaimana kita tahu bahwa Allah tidak akan meninggalkan kita sewaktu digoda?
17 Paulus meyakinkan kita bahwa godaan apa pun yang kita alami tidak akan melampaui kesanggupan kita yang diberikan Allah untuk mengatasinya. Yehuwa akan ’memberikan jalan keluar agar kita sanggup menahannya’. (1 Korintus 10:13) Memang, jika kita terus bersandar pada Allah, Ia tidak membiarkan suatu godaan menjadi sedemikian berat sehingga kita tidak punya cukup kekuatan rohani untuk mempertahankan integritas. Ia ingin agar kita berhasil dalam upaya aktif melawan godaan untuk melakukan apa yang salah menurut pandangan-Nya. Selain itu, kita dapat memiliki iman akan janji-Nya, ”Aku tidak akan membiarkan engkau atau meninggalkan engkau.”—Ibrani 13:5.
18. Mengapa kita dapat merasa pasti untuk menang atas kelemahan daging?
18 Paulus tidak ragu-ragu akan hasil perjuangannya melawan kelemahan daging. Ia tidak menganggap diri sebagai korban yang malang dan tak berdaya dari keinginan dagingnya. Sebaliknya, ia berkata, ”Cara aku berlari bukanlah dengan tidak menentu; aku mengarahkan pukulanku sedemikian rupa sehingga tidak memukul udara; tetapi aku memukuli tubuhku dan menguasainya bagaikan budak, agar setelah aku memberitakan kepada orang-orang lain, jangan aku sendiri karena satu atau lain hal menjadi tidak diperkenan.” (1 Korintus 9:26, 27) Kita pun dapat sukses memenangkan pertempuran melawan daging yang tidak sempurna. Melalui Alkitab, publikasi yang berdasarkan Alkitab, perhimpunan, serta rekan-rekan Kristen yang matang, Bapak surgawi kita yang pengasih menyediakan pengingat yang tak habis-habisnya untuk membantu kita mengejar haluan yang benar. Dengan bantuan-Nya, kita dapat meraih kemenangan atas kelemahan daging!
Apakah Saudara Ingat?
• Apa artinya ”memusatkan pikiran pada daging”?
• Bagaimana kita dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi godaan?
• Apa yang dapat kita lakukan untuk mengatasi godaan?
• Apa peranan doa sewaktu kita menghadapi godaan?
• Mengapa kita tahu bahwa tidak mustahil untuk meraih kemenangan atas kelemahan daging?

Referensi artikel dari
googleweblight.com/?lite_url=http://wol.jw.org/id/wol/d/r25/lp-in/2001203&ei=5gCU6gMm&lc=id-ID&s=1&m=971&host=www.google.co.id&ts=1465188438&sig=APY536wc2EtNqDqodxMost1EZP6ItJDLQw http://googleweblight.com/?lite_url=http://wol.jw.org/id/wol/d/r25/lp-in/2001203&ei=5gCU6gMm&lc=id-ID&s=1&m=971&host=www.google.co.id&ts=1465188438&sig=APY536wc2EtNqDqodxMost1EZP6ItJDLQw

Sabtu, 04 Juni 2016

Bapa Terkasih Jiwaku


Tak ada 1pun org yg dpt kupercaya
Orang yg dpt mnjd tmpt sandaranku
Orang yg dpt memahami kesesakan hati dan jiwaku
Orang yg benar2 mengasihiku
Bahkan orang ter sangat terdekatku sekalipun tak bs menjadi penenang jiwaku
Tak ada seorangpun di dunia ini
Tak ada 1pun manusia yg bs mengerti keadaan terdalam jiwaku
Biarlah aku dipandang Hina oleh mereka
Aku ditertawakan, dicibir stiap mereka yg hidup
Aku yg hina ini hidup ditengah dunia yg memusuhiku
Namun aku masih memiliki Bapa yg sangat Baik
Bapa yg menjadikan aku berbentuk seperti rupanya
Bapa yg meniupkan napas kehidupan bagiku
Bapa yg amat sangat menyayangiku
Yg selalu memberikan aku kekuatan
Yg selalu menopangku disaat aku sdh semakin tak berdaya
Disaat aku tak kuat lagi menjalani hidup di dunia
Hanya Bapaku yg bs ku percaya
Yg membuat hati dan jiwaku tenang tentram
Tempat aku bersandar terlebih ketika tiap kali air mataku terjatuh
Ia yg tetap setia menemaniku dalam segala detik perjalanan hidup terberatku
Tak ada yg seperti Bapaku
Aku berharap Bapaku tidak akan pernah mrninggalkanku karena aku tak dapat hidup
Aku akan tersesat jika ia pergi dariku
Aku berharap ia tetap mau memaafkan tiap salahku tiap perbuatan celaku
Aku berharap ia tetap sabar menghadapi kelakuan burukku dan tetap membimbingku ke jalan yg benar
Agar Bapaku tetap dengan setia mau menerima aku sebagai anaknya yg selalu membutuhkan tuntunan ke jalan yg benar dari Bapanya yg Baik dan mengasihinya
Aku sangat menyayangi sangat mencintai sangat mengasihi Bapaku
Hanya ia yg kumiliki di dunia yg Fana ini
Ia yg menemaniku di segala jalanku sampai kapanpun dia tetap 1nya Bapaku
Walau aku selalu berlaku cacat bercela dihadapannya
Aku berharap kemarahan Bapaku tidak sampai kepada Bapa meninggalkan Jiwaku
Tanpa Bapaku aku tak dapat Hidup
Aku mengasihinya
Bapaku terkasih jiwaku

Rabu, 18 Mei 2016

Inginkan Kebebasan dari Dosaku


Inginkan Kebebasan dari Dosaku
Kenapa harus ada kehidupan
Kenapa mesti aku yang dipilih utk hidup di dunia ini
Kenapa tdk yg lainnya
Kehidupan ini menyakitkan
Mau mati bunuh diri aku takut dibakar sampai waktu yang tdk bs ditentukan
Tetap hidup aku tdk mampu menjalaninya
Ingin rasanya mendengar cerita orang yg pernah hidup dalam dosa yang hidupnya menyimpang dari ajaran sang khalik
Yg matinya bunuh diri dan sebagainya
Seperti apa dosa kesalahan yg dilakukannya?
Sebesar apa kesalahannya itu?
Sekeji apakah?
Lalu Kemanakah mereka pergi setelah kematiannya?
Apakah mereka dibakar?
Sampai kapan mereka akan seperti itu?
Seperti apa mengerikannya?
Ingin rasanya mendengar cerita yg hidupnya penuh kasih
Sebaik apakah yg sudah di lakukannya sehingga ia dapat tempat yg indah di singgasana?
Seperti apa keadaan disana?
Sebahagia apakah rasanya dapat ikut serta sang khalik tinggal bersama sama di singgasana?
Sehingga aku dapat mengubah pola pikir tingkah laku serta segala hal yg menyimpang dari padaku
Selalu yg kupikirkan sampai kapan dosaku akan menghukum aku
Kenapa begitu tercelanya aku
Buruknya aku dimata stiap yg memandangku
Dihadapannya pun aku sungguh tercela
Kemana aku harus melangkah?
Apa tujuan hidupku?
Untuk apa aku hidup jika harus merasakan sakit akan dosaku?
Dosa yg seperti tidak terampuni lagi
Yg terus mengikuti jejak tiap langkah kemanapun aku pergi
Yg seakan tak mau lepas dariku
Dosa yg terus menjadi stempel di dahiku sendiri
Kemana aku pergi akan menjadi gunjingan stiap orang
Gunjingan itu selalu menakutiku
Selalu terdengar ditelingaku
Selalu terlintas di pikiranku
Perkataan itu
Oohh sungguh tak tahan lagi sungguh tak kuat
Sudah menjadi stempel yg tak dapat hilang lagi dari kehidupanku
Sampai kapan ini harus terjadi padaku?
Sampai kapan aku harus selalu dibayang-bayanginya?
Sungguh membuatku tak sanggup melanjutkan kehidupan di detik-detik selanjutnya
Aku tdk tau apakabar masa depanku?
Kemana aku harus mengadukan tentang nasibku?
Siapa yg dpt menjadi tempat sandaranku?
Siapa yg dpt setia mendengar keluh kesahku?
Segala perkara tdk pernah lupa utk datang mengunjungi hidupku
Aku dihukum dosaku
Hukuman yg membuatku tdk kuat lagi menghadapinya
Menunggu waktu yg tdk dpt ku tentukan sampai kapan aku berada pada keadaan ini?
Aku ingin mati mati mati mati mati untuk menghentikan semua beratnya dosaku
Aku ingin keluar dari keadaan ini
Aku ingin berlari
Aku ingin bersembunyi
Hidup seorang diri di tempat dimana tidak ada seorangpun yg mengetahui keberadaanku
Tak mampu lagi tak sabar tak kuat
Sungguh aku tak kuat lagi berada dalam perkara-perkara dosaku sendiri
Aku disidang dihukum oleh dosaku
Hinanya kehidupanku ini
Sakit yg tak terkatakan
Hanya hatiku batinku yg tau akan perihnya hati dan pikiranku karena luka yg dibuat oleh dosaku


Rabu, 27 Januari 2016

True Story - Kisahku 1

Kisahku hari minggu , maret 2014

Ketika itu saya sdg dlm prjalanan kuliah daerah blok m di pagi hari. Itu adalah minggu pertama saya mulai kuliah dsna. Trnyata kalau hari minggu daerah senayan pasti car free daY dan tiap kendaraan dialihkan rute jalur biasanya. Nah disitulah saya mulai kisah saya. Bus itu lewat belakang dan saya diturunkan yg saya gak tau berada dimana. Turun dr bus saya tnya org sktr dan nyuruh saya utk berjalan aja lurus ke aRah yg saya gak tau nama jalannya dan daerah apa. Saya ikuti saya jalan dan sdh lumayan jauhnya dan ini merupakan daerah sepi kendaraan 1 pun tdk ada yg lewat. Kecuali motor pribadi org yg brgkt krja.
Saya mulai bingung dan capE berjalan ke arah yg sbnernya saya gak tau jalur itu akan membawa saya kemana. Takutnya sdh berjaLan jauh dan sangat jauh trnyata salah jalan. Repot kan. Bisa pingsan. mana saya hampir terlambat. Pikir saya kalau begini caranya saya pasrah tdk ikut kuliah harii pertama. Tapi memang tidak ada yg bisa menebaknya.

Ada seseorang anak muda sedang duduk di depan motornya seperti org yg sedang nunggu teman. Saya samperin pria muda itu utk bertanya ke arah mana saya harus melangkah biar saya bisa sampai ke kampus saya itu. Masih seberapa jauhnya lagi. Dan ternyata kampus saya itu masih jauh dan jika berjalan pasti sangat melelahkan sedangkan di wilayah tsb memang susah kendaraan utk ditemui. Orang itu menawarkan bantuan utk mengantarkan saya ke tmpt yg saya tuju. Saya bertanya sdg apa dia disana, jawabnya sedang istirahat. pikirku ada gitu org yg istirahat di tmpt seperti itu sepi daerah yg menurut saya bukan tempat yg pas buat refresing dan posisi dia duduk adalah di tengah bundaran jalan besar yg sepi.

Tapi memang setelah saya pikirkan lagi. Mungkin ialah orang yg dikirimkan Tuhan sebagai malaikat yg menolong saya saat tersesat. Saya lah orang yg sedang ia tunggu karena ia dapat amanat dari Tuhan utk membantu saya. Sudah saya pikir tidak ada jalan lain lagi dan saya hampir putus asa, namun Tuhan membuka jalan. Tuhan melihat saya perlu bantuan dan Tuhan berikan pemuda tsb utk menolong saya. Saya diantarnya sampai tempat tujuan. Itulah besar Kuasa Allah yg menurut saya sdh tidak ada jalan namun dibukanya jalan utk ku. Saya sampai dikampus tidak terlambat.
Inilah kisahku.

Rute dari bekasi ke pt. Gos indoraya atau fine job pasar minggu

Ini info dari saya saat interview dan psikotes tgl 27 January 2016. Minta doanya ya semoga saya lolos. Amin.

 Outsourching PT. GOS INDORAYA / FINE JOB.  Alamat barunya di 
Ruko warung jati.
 Jl. Warung jati raya no. 27 F, jakarta selatan (dekat komplek Dirjen Perhubungan Udara). 021 41501436. 

Walk in interview 
Senin-jumat jam 08.00 - 17.00 Jadwal interview dari jam 08.00 - 12.00
Jadwal psikotes dari jam 01.00 sampai selesai (sekitar jam 16.00). Tes menggunakan komputer ada 10 kriteria soal dan masing2 soal ada yg 20, 25, 120 dan 210 soal. Beda2 tiap kriteria soal, di timer.
 Hasil seleksi diumumkan max 2 minggu.
 (Hrd yg saya tau ada ibu izur dan pak didit yg akan menginterview).

Perusahaan yg ditawarkan seperti perbankan dan leasing dg posisi frontliner, back office dan marketing, collection.

Rute dari bekasi timur ke PT. Gos indoraya/ fine job :
 - Dari stasiun bekasi naik krl commuterline tujuan stasiun pasar minggu dan transit di stasiun manggarai. Pindah ke jalur 6 kereta arah bogor. 
(Nanti lewatin tebet-cawang-duren kalibata-pasar minggu baru-pasar minggu). Harga tiket kreta 3000 dan uang jaminan 10.000.
- Dari stasiun pasar minggu naik Metromini 75 arah blok M. Naiknya bisa dari terminal pasar minggu sebrangnya stasiun, bisa juga naik dari deket lampu merah bundaran sebelum terminal ongkos 4000.  Nanti metromini setelah turunan akan belok kanan ada halte terus aja sampai nanti ketemu pertigaan indomaret (ada taman kecil bentuk segitiga di depan indomaret) sebelum patung kuda dan sebelum halte busway warung jati , turun disini bilang aja komplek dirjen perhub. Udara / trun di indomaret. 
 - Dari pertigaan indomaret belok kanan. Masuk ke dalam kurang lebih 50 m jalan kaki aja deket. Nanti liat aja sebelah kiri jalan ada ruko ruko dan ada plang FINE JOB. nyampe deeehhh.
  Arah pulang sama aja seperti berangkat td. Arah sebaliknya.

Note : Nanti dari manggarai krl tujuan pasar minggu di jalur 6 dan sampai di pasming berada pada jalur 1. Baliknya dari pasming ke manggarai ada di jalur 3.
Krl tujuan bekasi dari stasiun manggarai berada di jalur 4 , jalur 1 atau 2.

Semoga bisa membantu 😊👍

Minggu, 16 Agustus 2015

CREAM TEMULAWAK ORIGINAL 100% - HARGA EKONOMIS








CREAM TEMULAWAK ORIGINAL 100% - HARGA EKONOMIS

Krim Pencerah wajah Pagi dan Malam
Beauty Whitening Cream

Imported by:
Zenith Ventures Sdn. Bhd.
(188528-A)
175. Malacca Street, Penang.
Malaysia

Manfaatnya:
Menghilangkan bintik-bintik hitam, jerawat, dan kisut-kisut pada kulit. kulit yang hitam dan kasar dapat berubah menjadi putih, bersih dan bercahaya. Juga dapat digunakan sebagai fondasi agar kulit tetap halus, bercahaya dan awet muda.

Cara pemakaiannya:
dipakai setiap hari waktu siang dan malamdengan cara terlebih dahulu membersihkan muka anda baru memakai cream ini. Oleskan tipis pada wajah.

Reaksinya:
Apabila terdapat perasaan merah atau gatal, anda tidak usah khawatir karena ini adalah tanda bahwa obat sudah meresap ke dalam pori-pori kulit anda, anda boleh memakainya terus dengan tipis sekali.

Harga per paket Day and Night Cream (+bonus sabun wajah)
Rp 55.000/set. (Harga belum termasuk ongkos kirim).

Cara pembelian:
Ketik (Nama, Alamat Lengkap, Kelurahan, Kecamatan, Kota, Kode Pos, Jenis barang, Berapa item< pembayaran via BCA/ Mandiri).

Kirim ke:
Pin BB : 2A1F6496
SMS/Hubungi: 085695533169/ 081319096926


Buruan di Order Cream Temulawak Malaysia di jamin produk ASLI bukan tiruan. Tidak perlu repot-repot belanja, efisien waktu, tinggal Message, Barang sampai ke tempat anda.... kiki emoticon
HaPpY SmiLE....... *-*

duniatere.blogspot.com

Selasa, 08 Januari 2013

Makna Sebuah Tanda Tangan


Ada perbedaan antara tulisan tangan dengan tanda tangan. Tulisan tangan mencerminkan perasaan terdalam penulis, sedangkan tanda tangan menggambarkan keinginan (cita-cita) penulis.

Perbedaan setiap kali tanda tangan itu wajar. Setiap orang sepertinya dalam melakukan tanda tangan maka bentuk tanda tangan yang satu dengan yang lainnya akan berbeda. Secara garis besar mungkin sama, tiap detail-detailnya pasti berubah, misalkan, tarikannya yang tidak sama panjang, bulatannya kurang satu dari yang pertama, ukurannya yang mengecil, dll.
Contoh :

Tanda tangan tersebut tidak konsisten, tidak persis satu sama lain, padahal dilakukan oleh satu orang pada selisih waktu yang hamper bersamaan.

Ciri-ciri tanda tangan :

·         Tanda tangan yang terputus-putus menunjukkan perjalanan hidup yang tersendat-sendat, dan tidak punya rencana awal yang matang.
·         Tanda tangan yang ruwet dan melingkar-lingkar menunjukkan orangnya suka mengeluh, sering memikirkan hal susah dari pada yang senangnya.
·         Bentuk tanda tangan kecil menunjukkan menyimpan banyak rahasia, dan bila berurusan dengannya akan sulit terselesaikan.
·         Pernak-pernik pada tanda tangan menunjukkan hidup si empunya sedang dimata-matai orang, adanya gangguan dari luar, suka memanipulasi diri, berbohong.
·         Garis bawah dalam tanda tangan,, bila garisnya menempel dibawah tanda tangan menunjukkan hidupnya tergantung pada orang lain. Garis bawah sebaiknya tidak menyentuh tanda tangan (garis harus terlepas dari tanda tangan). Kalau ujungnya ke bawah berarti pada hari tua sakit-sakitan dan makin sengsara dan bila ujungnya membentuk kait, hidupnya dililit hutang.
·         Garis dibawah tanda tangan menunjukkan keinginan individu untuk mendapatkan dukungan dari orang lain dan menunjukkan kekhasan dirinya bhwa ia berbeda dari orang lain. Semakin panjang garis tersebut semakin kuat kebutuhannya akan dukungan dari suatu keputusan.
·         Tanda tangan identik dengan karakteristik tulisan berarti merasa puas dengan dirinya sendiri, tidak ingin menonjolkan diri, tulus hati, teguh.
·         Tanda tangan diberi tanda titik menunjukkan adanya kesan rasa waswas, pendirian yang stabil, rasa curiga dan mencoba jaga jarak.  
·         Penempatan tanda tangan tepat diatas garis yang tersedia berarti respek terhadap diri sendiri maupun otoritas.  Bila agak diatas garis berarti kegembiraan. Bila dibawah garis berarti depresi.
·         Tanda tangan alurnya naik berarti rasa percaya diri yang besar. Bila alurnya turun berarti suasana yang suram. Bila tanda tangan berdesakan ke kiri dari tempat yang tersedia berarti adanya rasa takut atau kegagalan. Bila berdesakan ke kanan berarti kurang perhatian dan ceroboh.
·         Tanda tangan lebih kecil dari teks tulisan berarti keinginan untuk menyendiri. Bila tanda tangan lebih besar dari teks tulisan berarti ingin menonjolkan diri dan terbuka.
·         Bila hurufnya besar dan rapat berarti kesombongan. Bila tanda tangan kecil, rapat, pendek berarti rasa rendah diri. Tanda tangan besar dan bergaris bawah berarti kurang selera atau ego berlebihan.
·         Tanda tangan tak terbaca atau tak jelas berarti kurangnya perhatian terhadap komunikasi, bersifat tertutup, pandai menyimpan rahasia, cenderung berbohong, segi positifnya bersifat konseptual dan sangat hati-hati dalam bertindak. tanda tangan seperti itu akan diperkuat oleh adanya tanda titik.
·         Tanda tangan jelas berarti kejujuran dan sifat dapat dipercaya, percaya diri, terbuka, praktis.

·         Coretan tanda tangan mengakhiri tulisan Naik ke atas atau maju berarti bahwa pandangan orang tersebut keinginan untuk maju serta relative terbuka untuk perubahan. Semakin panjang garisnya ke arah kanan maka makin gigih dalam berjuang untuk mendapatkan prestasi yang diinginkan. Bila garis akhir terputus berarti membatasi keinginannya, tidak berani mengambil resiko, dan ragu-ragu dalam mengambil keputusan, sering putus semangat, kurang berani meneruskan harapan. Tanda tangan dengan garis kebawah berarti adanya energi yang menurun, kurang bersemangat, berpikir realistis mengalahkan idealisme.

Contoh : 


  


Sumber Buku Grafologi Dwi Sunar Prasetyono

Senin, 07 Januari 2013

Grafologi Tulisan dan Kondisi Psikofisis Seseorang


       Grafologi adalah seni dan ilmu yang mempelajari tentang tulisan tangan. Karena tulisan tangan berasal dari otak manusia, maka apa yang dituangkan dalam tulisan itu adalah buah pikirannya. Buah pikiran tersebut yang mencerminkan kepribadian seseorang. Dari tulisan seseorang melalui grafo-test dapat diketahui :
- Motivasi dan dorongan yang ada dalam diri.
- Kestabilan emosi.
- Bidang/ minat yang sesuai.
- Keadaan mental.
- Kecenderungan intelektual.
- Kekuatan dan kelemahan diri.

Arti sebuah Tulisan :
1. Arah Tulisan
  • Miring ke kanan menunjukkan sikap yang terus mengacu ke masa depan, pribadi yang ramah tamah, supel (pandai bergaul), kecintaan kepada Ayah dan kecendrungan diri yang extrovert (lebih terbuka).
  • Miring ke kiri menunjukkan sikap yang reflektif, kecintaan pada ibu dan kecendrungan diri yang introvert (menutup diri).
  • Tegak menunjukkan sikap yang tegar, suka mengamati lingkungan, banyak perintah, dan mampu mengendalikan emosi, ciri seorang pengusaha, pemimpin militer, dan penulis terkenal.

- Tulisan sejajar : kondisi kejiwaan seimbang.
- Tulisan naik : optimis terhadap kehidupan masa depan.
- Tulisan Turun : keraguan dan cepat depresi, mudah putus asa karena energinya yang cepat habis.
- Tulisan Naik lalu Turun (cembung) : awalnya antusiasme yang kuat tapi lambat laun memudar karena   energinya terkuras habis ketika masih dipuncak, tempramental namun cepat hilang juga.
- Tulisan Turun lalu Naik (cekung) : adanya keraguan dalam bertindak, namun diatasi dengan semangat bergerak naik, perasaan yang kacau, pendirian yang tidak tetap, perubahan suasana mood.

2. Penekanan Huruf
  • Penekanan Huruf di awal tulisan menunjukkan sikap yang tidak suka membuang-buang waktu, sangat cerdas, sangat praktis, objektif dalam menilai sesuatu, tidak pecaya dengan sesuatu yang bersifat dangkal.
  • Penekanan Huruf di akhir tulisan menunjukkan sikap supel, mudah beradaptasi, mempunyai kepedulian tinggi, bersifat sosial, dermawan, dan peduli dengan sesama.

3. Hubungan Antar Huruf
  • Normal : 4-5 huruf tersambung satu sama lainnya
  • Huruf tersambung lebih dari itu huruf mencerminkan sifat orang yang keras hati, keras kepala, sifat malas karena tidak mengakat pena dari permukaan kertas.
  • Huruf sambungannya sedang menunjukkan kemampuan intuisi, kurang mampu bersosialisasi,.
  • Huruf yang berdiri sendiri (tidak menyambung) menunjukkan si penulis sedang kacau.
4. Ukuran Huruf
  • Tinggi huruf 3 mm sebagai ukuran rata-rata. 
  • Tinggi huruf lebih dari 3 mm menunjukkan kepribadian yang merdeka, membutuhkan ruang untuk bahagia.
  • Huruf menjorok ke atas maupun ke bawah menunjukkan kemampuan mental atau fisik yang istimewa. 
  • Huruf yang kecil menunjukkan ekspresi kerendahan hati, cenderung rendah diri atau menarik diri, memperhatikan secara detail sisi kehidupan, konsentrasi yang tajam.
5. Keteraturan Tulisan
  • Tulisan yang tinggi huruf di wilayah tengah, kemiringan, dan besarnya huruf yang relatif sama/ tetap. Tulisan tersebut teratur mencerminkan pribadi penulis kaku, cenderung meredam gejolak hati sampai taraf memaksa. 
  • Ketidakteraturan dalam menulis mencerminkan kondisi emosi yang tidak stabil dan daya kreativitas yang tinggi. Contohnya adalah tulisan tangan Heyden, Mozart, dan Picasso yang miring serta jarak diantaranya tidak teratur.
6. Lebar Tulisan
  • Normal - panjang tarikan ke bawah tulisan dan jarak diantaranya sama, menunjukkan sifat orang yang ramah.
  • Jaraknya lebar menunjukkan punya imajinasi yang hidup dan suka berbicara di depan umum seperti berpidato dan bercerita.
  • Tarikan tulisan ke atas dan ke bawah saling berdekatan menunjukkan sifat yang menyembunyikan segala sesuatu, sikap tidak tulus hati.
7. Jarak Tulisan
  • Jaraknya lebar menunjukkan hubungan antar pribadi atau kecenderungan penulis untuk menjaga jarak terhadap orang lain, bersifat tertutup, butuh waktu lama untuk dekat, terbuka dan bersikap hangat dengan orang lain.
  • Jaraknya sempit menunjukkan si penulis cepat menjalin relasi yang intim dengan orang lain, mudah akrab dengan orang lain, mudah bergaul sehingga banyak orang menyukainya.

8. Jarak antar Baris
  • Jaraknya normal atau seimbang : kemampuan mengelola dan mengorganisasi, akan menjadi manager yang handal, eksekutif sukses, kekuatan berpikir yang abstrak. 
  • Jarak tulisan antar baris menyempit atau tumpang tindih : keresahan, kebingungan, cemas, sulit beradaptasi dengan lingkungannya, tertutup, tidak humoris, hubungan yang formal si penulis.
  • Jarak antar baris lebar :  hubungan semakin formal dengan orang lain.

9. Zona Tulisan
  • Zona Atas menunjukkan hubungan yang kuat dengan tingkat perkembangan intelektual dan spiritual, kerja keras, gigih, ulet, ambisi, idealitas, imajinasi, ingin sempurna, egoistik.

  • Zona Tengah menunjukkan daerah keseimbangan, realitas, aktivitas, rutinitas, ego, materialisme, pusat pada diri, relasi sosial, bertindak berdasarkan fakta, praktis, tidak mudah terpengaruh.

  • Zona Bawah menunjukkan kemampuan pikir analitis, seksual, materialistis, mampu mengorganisasi, tidak mudah terkena ilusi, bertanggung jawab, hidup dibangun diatas dasar yang jelas, percaya pada pendekatan yang realistis.



Keterangan Rinci :

1. Bentuk dan Ukuran Dalam Tulisan
  • Tulisan besar (Positifnya) : Percaya diri, sungguh-sungguh, superioritas, tulus, optimis, mandiri, mampu berorganisasi, bangga diri, pandangan luas, berani. (Negatifnya) : Arogan, bangga diri, Ingin memberi kesan, kurang disiplin, kurang memperhatikan orang lain.
  • Tulisan sedang atau Normal (Positifnya) : Sikap apa adanya, bagaimana dia memandang dirinya sendiri, mengangap dirinya biasa saja tidak tinggi dan tidak rendah, pintar bergaul, mudah menyesuaikan diri dengan normal dilingkungan masyarakat, realistis, persepsi yang objektif baik menenai diri sendiri maupun lingkungannya.
  • Tulisan kecil (Positifnya) : daya konsentrasi, berhati-hati, akurat, tidak berlebihan, toleran, mampu menyesuaikan diri, melakukan sesuatu sesuai prosedur, spesialisasi, kritis, teoritis, mampu berbisnis, suka mempelajari sesuatu, berpikir terlebih dulu. (Negatifnya) : rendah diri, takut, tunduk pada orang lain, tidak bisa melihat aspek yang besar, kurang percaya diri, jiwa ekonomis, kurang bergairah, terlalu memperhatikan hal yang kecil dan formal, mudah putus asa.


2. Kemiringan Tulisan
  • Miring ke Kanan (Positifnya) : mampu beradaptasi, mampu bersosialisasi, punya keahlian tertentu, aktivitas, inisiatif, spontanitas, semangat, lebih aktif dari merenung, mampu berkomunikasi, optimisme, mapu berkorban, peka dalam suatu proyek, empati, tidak egois, keinginan memberi, ekspresif, pengabdian, afeksi. (Negatifnya) : kurang kontrol, kurang bersikap tenang, tidak sabar, terburu-buru, kurang mampu beristirahat, mudah terganggu, kurang berpikir, kurang disiplin, mudah tersinggung, mudah dipengaruhi, kurang mampu membuat keputusan yang baik, dorongan mengikuti caranya sendiri, kurang tau bahaya, tidak konsisten, terlalu banyak biccara dari yang dibutuhkan, mampu beradaptasi berlebihan, tergantung pada orang lain, dapat melakukan kekerasan.
  • Miring ke Kiri (Positifnya) : introspeksi, kontrol, bangga diri, bersikap hati-hati atau mampu menghindari bahaya, menahan diri, bebas dari ilusi, peka dalam membuat perhitungan, kebebasan, mampu menentukan arah, ambisi, abstraksi, kesetiaan, mampu berefleksi, meditatif. (Negatifnya) : tingkah laku yang dipaksakan, kesadaran diri yang berlebihan, arogan, bangga diri berlebihan, kurang emosi yang mendalam, sinis, tidak mudah didekati, punya maksud tersembunyi, sensitif, iri, cemburu, mudah merasa pahit, berpusat pada diri, kadang ketakutan terhadap masa depan.


  • Tulisan Tegak (Positifnya) : melihat ke depan, kebutuhan akan kemandirian, bangga, skeptis, memiliki jarak personal, kontrol, kepala dingin, mampu mengarahkan diri sendiri, sikap konstan atau tidak mudah berubah, tidak mudah dipengaruhi, bekerja dengan baik, tenang, realistis. (Negatifnya) : kurang bersikap sentimental, kurang beremosi, terhambat, pasrah, segan, berpusat pada diri, tidak memiliki kejelasan, kaku, pesimis, dingin, kurang minat pada dunia luar, kurang berempati, kurang responsif.



  • Variasi Kemiringan Tulisan : ragu-ragu dalam mengambil keputusan, tidak tetap pendirian, ada konflik batin yang mengakibatkan inkonsistensi dan ketidakmampuan untuk membuat suatu keputusan. 

3. Tulisan Cepat dan Lamban

  • Tulisan Cepat = Positif : Kecepatan dalam berpikir, objektifitas, fleksibel, butuh stimulasi, kegembiraan, inteligensi, semangat, gesit, cekatan, minat, inisiatif, energik, aktivitas mental, percaya diri, ekspresi alami, melihat ke depan, ambisi, spontanitas, luwes, memiliki tujuan, dapat menyesuaikan diri dengan cepat, ingin melakukan bermacam hal. Negatif : kurang bisa melakukan analisis, pikiran kosong, tertarik pada hal bersifat buatan, tergesa-gesa, kurang mapu berencana, mudah terpesona, mudah terpengaruh, kurang konsentrasi, kurang konsisten, muda gelisah, mudah bosan, temperamental.
  • Tulisan Lamban = Positif : teguh, hati-hati, kontrol diri, tepat, bijaksana, rapi, konsisten, berkepala dingin, tenang, kalem, seimbang, ekonomis, tertutup, cermat. Negatif :  pasif, ragu-ragu, kurang aktif, kurang bertanggung jawab, cemas, depresi, putus asa, kurang siap, lamban, kurang tenaga, lemah, malas, kurang bisa mengambil keputusan, membosankan.

4. Tulisan Latin dan Cetak
  • Tulisan Latin = Positif : berpikir sistematis, terstruktur, terencana, logis, realistis, detail, komprehensif, dedukatif dan abstrak. kesiapan dalam bekerja, pekerjaan bersifat teoritis, religi, filosofis, kebutuhan dorongan akan perubahan, memiliki tujuan, sanggup kerja kooperatif, pendekatan individual pada permasalahan, ketahanan dalam bekerja, melihat pada kegunaan.  Negatif : kurang menarik perhatian, kurang mampu berpikir intuitif, pengamatan yang jelek, penolakkan, kegelisahan, kurang mandiri, berpikir sempit, dan tidak logis.
  • Tulisan Cetak/ Balok = Positif :  berpikir intuitif, mampu memunculkan ide, imajinasi dan visi, mampu menemukan hal baru, pengamatan yang baik, inisiatif intelektual, pemahaman yang cepat, berpikir kritis, inspirasi, sensitivitas emosi, terus terang. Negatif : kurang konsisten, kurang sosial, kurang mampu berpikir ke depan, egosentris, keras kepala, terpengaruh suasana perasaan, tamak, kesepian, ketidakpuasan, ketakutan di dalam diri, kurang rasa aman, mengalami kompleks inferior, kurang mampu beradaptasi, ingatan yang jelek, kurang menyukai kritik, kegelisahan, kurang mapu berpikir logis, memperhatikan diri sendiri.
  • Empat ciri tulisan Latin (bersambung) : Garland (melengkung seperti kalung), Arcade (persegi-persegi), Angle (tajam/ membentuk sudut), Thread (lurus seperti benang).
  • - Garland = tulisan yang umum dan praktis menunjukkan mudah bergaul, fleksibilitas, percaya diri, tulus, alami, simpatik, empati, toleransi, terus terang, perhatian, optimisme, feminin, santai, pandangan bebas. mudah terpengaruh, kurang disiplin, kurang stabil, emosional, memiliki arah kurang jelas, malas, tidak konsisten, tidak tegas.
  • - Arcade = diplomatis dan terbuka menunjukkan mandiri, senang keindahan, jaga jarak, skeptis, nilai stabil, ingin melindungi, merenung, hati-hati, tidak ceroboh, peka, formalitas, menghargai tradisi, sulit ditekan, merasa dirinya hebat/ superior. sombong, suka bohong, sulit mencerna pikirannya, bersifat hipokrit, penuh akal bulus dan tipu daya, ingkar janji, tidak tulus, kesedihan.
  • - Angle = ingin segala sesuatu dibawah kendalinya, penegakkan disiplin, bertanggung jawab meski tugas bukan miliknya, senang tantangan, keinginan yang kuat, ambisius, kaku dan kurang luwes, tetap pendirian, berpikir eksak, monoton, suka hal-hal rutinitas, kurang peka lingkungan, tajam analisi, tajam perkataan. tegas, yakin, disiplin, semangat, konsisten, teliti, berpikir serius, bersungguh-sungguh, gigih, mampu menentukan diripikiran terstruktur, terencana, sistematis, tabah/ setia, jujur, bersifat maskulin, bisa mengambil keputusan. cenderung kaku, tidak suka humor, suka hidup mewah, tidak berperasaan, kurang toleran, agresif, lamban, kurang puas, sensitif, suka curiga, tamak, keras kepala, dingin.
  • - Thread = orang kreatif dan menghargai waktu seperti diplomat, psikolog, politikus, psikiater, pembisnis yang maju. kreatif, inovatif, wawasan ke depan, terampil, mampu beradaptasi, cekatan, luwes, diplomatis, intuitif, pemahaman spontan, banyak bakat, bermuka dua, sikap yang dibuat-buat, iri, dengki, pendendam, culas, berbohong, kurang tegas, mencari aman diri sendiri, mudah dipengaruhi.






Sumber di ambil dari Buku Grafologi karangan Dwi Sunar Prasetyono.